Implementasi Ankle Foot Orthosis Desain Posterior Shell Jointed Plantarflexion Stop pada Rehabilitasi Pasien Pascastrok

Authors

  • Anissa Eka Septiani Poltekkes Kemenkes Surakarta Author
  • Muhammad Syaifuddin Poltekkes Kemenkes Surakarta Author
  • Sisybania Sisybania Poltekkes Kemenkes Surakarta Author
  • Hisyam Syafi’ie Poltekkes Kemenkes Surakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.70437/nucsjo.v3i1.403

Keywords:

strok, drop foot, metatarsus adductus, Ankle Foot Orthosis, Jointed Plantarflexion Stop

Abstract

Strok merupakan gangguan cerebrovascular yang ditandai dengan defisit neurologis akibat iskemia atau perdarahan pada jaringan otak, dan menjadi salah satu penyebab utama kecacatan fisik jangka panjang, termasuk drop foot dan deformitas metatarsus adductus, yang berdampak signifikan terhadap kemampuan fungsional dan kualitas hidup penderita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan Jointed Plantar Stop Ankle Foot Orthosis (AFO) kepada seorang pasien pascastrok kedua yang sedang menjalani program rehabilitasi fisioterapi. Metode yang diterapkan adalah pelayanan ortotik klinis langsung berbasis bukti, mencakup tahapan assessment, casting, rectification, fabrication dari bahan polyethylene dengan sendi plantar stop, fitting, pelatihan penggunaan alat, serta evaluasi pola berjalan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa AFO yang diberikan mampu mencegah toe drag dan foot slap, memperbaiki alignment deformitas metatarsus adductus, serta meningkatkan stabilitas dan keseimbangan saat berjalan. Pasien dan keluarga melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap fungsi alat ortosis yang diberikan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi ortotik yang terkoordinasi dengan program fisioterapi dalam mendukung pemulihan fungsional pasien pasca strok.

Downloads

Published

2026-08-22

Issue

Section

Articles

How to Cite

Implementasi Ankle Foot Orthosis Desain Posterior Shell Jointed Plantarflexion Stop pada Rehabilitasi Pasien Pascastrok. (2026). NuCSJo : Nusantara Community Service Journal, 3(1), 27-32. https://doi.org/10.70437/nucsjo.v3i1.403