Pemberdayaan Generasi Z melalui Literasi Keuangan Syariah dalam Menghadapi Perilaku Konsumtif di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.70437/nucsjo.v3i1.468Keywords:
Generasi Z, literasi keuangan syariah, konsumsi digital, FOMO, Paylater, PAR, hifz al-malAbstract
Transformasi digital menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan risiko perilaku konsumtif Generasi Z, seperti pembelian impulsif, Fear of Missing Out (FOMO), dan penggunaan paylater yang kurang terencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi keuangan syariah Generasi Z melalui pendekatan Participatory Action Research(PAR). Kegiatan dilaksanakan pada Karang Taruna Desa Mengen, Bondowoso, melalui tahapan identifikasi masalah, edukasi, refleksi, perencanaan tindakan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, diskusi, wawancara singkat, lembar refleksi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, mengenali pengaruh FOMO, memahami risiko paylater, serta mengendalikan konsumsi digital. Peserta juga mulai menghubungkan keputusan finansial dengan prinsip riba, gharar, maysir, israf, tabzir, dan hifz al-mal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa PAR yang terintegrasi dengan literasi keuangan syariah dapat menjadi model pemberdayaan yang relevan untuk membangun perilaku finansial yang lebih sadar, terencana, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan. Pengembangan selanjutnya perlu dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan serta pengukuran pre-test–post-test dan longitudinal untuk menguji keberlanjutan perubahan perilaku.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tri Nadhirotur Roifah, Zahida I'tisoma Billah, Yeni Kartikawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






