Pandangan Studi Gender Terhadap Pelecehan Seksual
DOI:
https://doi.org/10.70437/78ts9r03Keywords:
Perempuan , Studi Gender , Pelecehan SeksualAbstract
Studi gender terhadap pelecehan menjelaskan bahwa pelecehan seksual di Indonesia merupakan masalah yang meluas dan menimpa banyak individu, khususnya perempuan. Berbagai fenomena turut menyebabkan masalah ini, termasuk pelecehan di tempat kerja, pelecehan di jalanan, dan pelecehan daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memeriksa dinamika kekuasaan, norma-norma masyarakat, dan faktor-faktor budaya yang berkontribusi terhadap terjadinya dan berlanjutnya pelecehan seksual. Metodologi penelitian ini dengan tinjauan pustaka yang melibatkan pencarian dan analisis sistematis artikel ilmiah, buku, dan laporan yang terkait dengan Studi Gender dan pelecehan seksual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persimpangan yang kompleks dapat mengungkap sifat sistemik pelecehan dan bekerja untuk menciptakan perubahan yang berarti dan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk pencegahan dan intervensi. Sebagai kesimpulan, mempelajari Perspektif Studi Gender tentang Pelecehan Seksual memberikan kerangka kerja penting untuk menganalisis dan menangani sifat multifaset dari masalah yang meluas ini. Saran hendeaknya studi gender terkhusus dikalangan anak muda agar menjadi edukasi yang lebih efektif untuk meminimalisasikan tingkat adanya kasus pelecehan seksual dan ketidak adilan gender diruang lingkup sekolah, pekerjaan dan lingkungan sosial.
References
Bernadika, Rosemary, S., & Kavita, M. (2021). "Overkriminalisasi dan Ketidakadilan Gender: Norma Kesusilaan Sebagai Dasar Pembatasan Kebebasan Berpakaian Perempuan di Muka Umum." Binamulia Hukum 10.2: 133-149.
IJoEd: Indonesian Journal on Education, 1(2) 2024 page 60
Copyright (c) 2024 Dhea Agustina Hawini, et, al
Bondestam, & Lundqvist. (2020). Sexual harassment in higher education–a systematic review. European Journal of Higher Education, 10(4), 397-419.
Cortina, & Areguin. (2021). Putting people down and pushing them out: Sexual harassment in the workplace. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 8(1), 285–309.
Dewi, & Winata. (2021). Perspektif gender dalam putusan pengadilan pada kasus pelecehan seksual. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 22(2), 345-362.
Dong, L. (2020). Worldwide prevalence of sexual harassment towards nurses: a comprehensive meta‐analysis of observational studies. Journal of Advanced Nursing, 76(4), 980–9900.
Goh, B.-L., Cheek, S., & Kaiser. (2022). Narrow prototypes and neglected victims: Understanding perceptions of sexual harassment. Journal of personality and social psychology, 122(5), 873.
Grosser, & Tyler. (2022). Sexual harassment, sexual violence and CSR: Radical feminist theory and a human rights perspective. Journal of Business Ethics, 177(2), 217–232.
Ihsani. (2021). Kekerasan berbasis gender dalam victim-blaming pada kasus pelecehan yang dipublikasi media online. Jurnal Wanita Dan Keluarga, 2(1), 12-21.
Kardina. (2021). Analisis Gender Based Violence dalam Konvensi CEDAW Pada Isu Kekerasan Seksual di Korea Selatan. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional LINO, 1(2), 156-170.
Klein, & Martin. (2020). Sexual harassment of college and university students: A systematic review. Trauma, Violence, & Abuse, 22(4), 777–792.
Kusumaputra. (2024). Optimalisasi Peran Gerakan PKK dalam Mencegah Pelecehan Seksual terhadap Anak Melalui Program Gotong Royong dan Pendidikan. In Prosiding Seminar Nasional Kusuma (Vol. 2, pp. 196-202).
Pitaloca, & Anrose. (2023). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menanggulangi pelecehan seksual di lingkungan masyarakat. Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat, 1(2), 97-105.
Sadikin. (2023). Sinergi Politik Harapan: Interseksionalitas Politik Pemuda dalam Feminisme. Jurnal Perempuan, 28(2), 133-147.
Saifuddin. (2022). Merumuskan Faktor Penyebab Dan Solusi Pelecehan Seksual Menggunakan Perspektif Psikologi, Sosial, Dan Agama. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 5(2), 381-420.
Shi, & Zheng. (2022). Perception and tolerance of sexual harassment: An examination of feminist identity, sexism, and gender roles in a sample of Chinese working women. Psychology of Women Quarterly, 44(2), 217–233.
Sudaryasa, & Dwiana. (2021). Literature Review: Faktor Risiko Kekerasan Seksual Pada Remaja. VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 22(2).
Wajdi. (2021). Pentingnya Pendidikan Seks Bagi Anak Sebagai Upaya Pemahaman Dan Menghindari Pencegahan Kekerasan Maupun Kejahatan Seksual. Jurnal Abdimas Indonesia, 1(3), 129-137.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2024 Dhea Agustina Hawini, Sarmauli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercially.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.





